
Video yang memperlihatkan Ketua DPRD Ende dan seorang anggota DPRD terlibat adu jotos saat sidang paripurna viral di media sosial. Insiden tersebut menjadi sorotan karena terjadi di dalam ruang rapat legislatif yang seharusnya menjadi tempat pembahasan berbagai kepentingan masyarakat.
Dalam video yang beredar, terlihat Ketua DPRD Ende Fransiskus Taso terlibat keributan fisik dengan anggota DPRD dari Partai Hanura, Hieronimus Irwan Kila Pelo. Peristiwa tersebut disebut terjadi ketika rapat paripurna DPRD Kabupaten Ende berlangsung pada Selasa, 1 September 2026.
Kejadian ini kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat.
Ketua dan Anggota DPRD Ende Terlibat Keributan
Insiden bermula dari suasana rapat yang memanas. Rekaman yang beredar menunjukkan Fransiskus Taso dan Hieronimus Irwan Kila Pelo terlibat pertengkaran yang kemudian berujung pada kontak fisik.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Ende, Ansel Kaise, membenarkan bahwa kejadian tersebut memang berlangsung dalam sidang yang digelar pada Selasa, 1 September 2026.
Namun, detail mengenai pemicu awal pertengkaran belum sepenuhnya dijelaskan dalam keterangan yang tersedia. Karena itu, informasi mengenai motif atau persoalan yang menyebabkan keduanya terlibat benturan fisik masih perlu menunggu penjelasan lebih lanjut.
Video Adu Jotos DPRD Ende Viral di Media Sosial
Rekaman insiden tersebut menjadi viral setelah beredar di berbagai platform media sosial.
Dalam video, kedua anggota legislatif terlihat berada dalam suasana rapat sebelum keributan terjadi. Peristiwa tersebut menarik perhatian karena aksi fisik berlangsung di lingkungan resmi DPRD dan melibatkan pimpinan lembaga legislatif daerah.
Video yang beredar di media sosial kemudian membuat publik mempertanyakan penyebab keributan serta langkah yang akan diambil setelah kejadian tersebut.
Meski demikian, masyarakat sebaiknya tidak langsung menyimpulkan seluruh kronologi hanya berdasarkan potongan video. Konteks sebelum dan sesudah kejadian perlu diperiksa secara menyeluruh.
Terjadi Saat Sidang Paripurna
Peristiwa tersebut disebut berlangsung ketika DPRD Kabupaten Ende menggelar sidang paripurna pada Selasa, 1 September 2026.
Beberapa laporan menyebut rapat tersebut berkaitan dengan pembahasan perubahan anggaran tahun 2026. Insiden kemudian berkembang menjadi kericuhan fisik antara Ketua DPRD Ende dan anggota DPRD dari Fraksi Hanura.
Kericuhan tersebut tentu menjadi perhatian karena rapat paripurna merupakan forum resmi DPRD untuk membahas dan mengambil keputusan mengenai berbagai agenda pemerintahan daerah.
Siapa Fransiskus Taso dan Hieronimus Irwan Kila Pelo?
Fransiskus Taso merupakan Ketua DPRD Kabupaten Ende. Sementara itu, Hieronimus Irwan Kila Pelo merupakan anggota DPRD Ende dari Partai Hanura dan disebut sebagai Ketua Fraksi Hanura dalam sejumlah laporan mengenai insiden tersebut.
Keterlibatan dua figur legislatif tersebut membuat kejadian semakin menjadi sorotan publik.
Perbedaan pendapat dalam forum politik merupakan hal yang biasa terjadi. Namun, perselisihan yang berujung pada kontak fisik tentu menjadi persoalan berbeda karena berlangsung dalam forum resmi lembaga pemerintahan.
Insiden DPRD Ende Jadi Sorotan Publik
Viralnya video tersebut kembali menyoroti pentingnya menjaga ketertiban dalam rapat lembaga legislatif.
DPRD memiliki fungsi penting dalam pembentukan peraturan daerah, pengawasan pemerintahan, serta pembahasan anggaran. Karena itu, konflik di ruang sidang yang berubah menjadi aksi fisik dapat menimbulkan pertanyaan mengenai etika dan tata tertib anggota dewan.
Publik pun menunggu penjelasan resmi mengenai apa yang sebenarnya terjadi sebelum keributan tersebut pecah.
Kasus Dilaporkan ke Polisi
Perkembangan terbaru menunjukkan insiden tersebut juga dikaitkan dengan proses pelaporan kepada kepolisian.
Sejumlah laporan menyebut pihak yang terlibat telah mengambil langkah hukum setelah kejadian tersebut. Namun, detail mengenai laporan, status pemeriksaan, serta proses hukum selanjutnya masih perlu menunggu keterangan resmi dari aparat penegak hukum.
Karena proses tersebut masih berjalan, informasi mengenai pihak yang dianggap bersalah sebaiknya tidak disimpulkan sebelum terdapat hasil pemeriksaan atau keputusan hukum.
Kronologi Lengkap Masih Dinantikan
Hingga berita ini ditulis, video yang beredar memang memperlihatkan adanya keributan antara Ketua DPRD Ende dan anggota DPRD.
Namun, kronologi lengkap mengenai apa yang terjadi sebelum aksi fisik, siapa yang terlebih dahulu melakukan tindakan tertentu, serta persoalan yang memicu pertengkaran masih membutuhkan penjelasan dari pihak-pihak terkait.
Keterangan resmi dari DPRD Ende maupun kepolisian akan menjadi penting untuk memberikan gambaran yang lebih utuh kepada masyarakat.
Viral video Ketua DPRD Ende Fransiskus Taso dan anggota DPRD Hieronimus Irwan Kila Pelo terlibat keributan hingga adu jotos saat sidang paripurna. Insiden tersebut terjadi pada Selasa, 1 September 2026, dan kemudian menjadi perhatian luas setelah videonya beredar di media sosial.
Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena berlangsung dalam ruang sidang DPRD. Sementara itu, detail mengenai pemicu keributan dan proses hukum setelah kejadian masih menunggu informasi resmi lebih lanjut.
Publik diharapkan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan berdasarkan video yang beredar dan tetap menunggu hasil klarifikasi dari pihak terkait.
