
Dusan Vlahovic akhirnya buka suara mengenai alasan di balik kepergiannya dari Juventus. Penyerang asal Serbia tersebut membantah sejumlah pemberitaan yang menyebut dirinya mengajukan berbagai tuntutan kepada manajemen Bianconeri dalam negosiasi kontrak baru.
Vlahovic meninggalkan Juventus setelah menjalani perjalanan selama empat setengah tahun di Turin. Kontraknya berakhir pada musim panas 2026 dan kedua pihak tidak menemukan kesepakatan untuk melanjutkan kerja sama.
Kini, setelah bergabung dengan Besiktas, Vlahovic memberikan penjelasan mengenai situasi yang terjadi pada musim terakhirnya bersama Juventus. Menurutnya, persoalan utama bukan sekadar tuntutan finansial, melainkan tidak adanya pembicaraan konkret dengan jajaran manajemen klub mengenai masa depannya.
Vlahovic Bantah Pernah Mengajukan Banyak Syarat
Salah satu poin penting dari pengakuan Vlahovic adalah bantahannya terhadap kabar bahwa ia memberikan sejumlah persyaratan kepada Juventus untuk memperpanjang kontrak.
Vlahovic mengatakan bahwa selama bertahun-tahun dirinya tidak pernah terlibat dalam pembicaraan konkret dengan para direktur Juventus mengenai kontrak baru.
Pernyataan tersebut sekaligus memberikan sudut pandang berbeda mengenai proses berakhirnya hubungan antara sang striker dan klub asal Turin tersebut.
“Saya tidak pernah melakukan satu pun percakapan konkret dengan manajemen klub. Banyak yang mengatakan saya memberikan berbagai syarat, tetapi itu tidak benar.”
Vlahovic juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Luciano Spalletti, yang disebut masih menginginkannya bertahan di Juventus.
Menurut sang striker, Spalletti memberikan dukungan kepadanya dan bahkan berharap dirinya tetap menjadi bagian dari proyek Juventus.
Masalah Kontrak Jadi Titik Balik
Persoalan kontrak memang menjadi salah satu faktor utama di balik perpisahan Vlahovic dengan Juventus.
Kontrak pemain berusia 26 tahun tersebut berakhir pada 30 Juni 2026. Juventus sebelumnya menawarkan kontrak baru dengan nilai sekitar €6 juta per musim ditambah bonus, sementara pihak Vlahovic disebut menginginkan angka yang lebih tinggi. Perbedaan tuntutan tersebut akhirnya membuat negosiasi tidak menemukan titik temu.
Situasi tersebut juga berdampak terhadap posisi Vlahovic di dalam skuad. Dalam pengakuannya, ia merasa status kontraknya yang memasuki tahun terakhir ikut memengaruhi keputusan terkait menit bermain.
Karena tidak ada kesepakatan baru, Juventus akhirnya kehilangan salah satu penyerang yang mereka datangkan dengan investasi besar pada Januari 2022.
Empat Setengah Tahun Bersama Juventus
Vlahovic bergabung dengan Juventus dari Fiorentina pada Januari 2022 dengan nilai transfer sekitar €85 juta. Kedatangannya sempat dianggap sebagai investasi besar untuk membangun lini depan Juventus dalam jangka panjang.
Selama membela Juventus, Vlahovic menunjukkan produktivitas yang cukup baik meski performanya kerap mengalami naik turun.
Ia mencatatkan 168 penampilan dan 68 gol bersama Bianconeri di seluruh kompetisi sebelum akhirnya meninggalkan klub pada musim panas 2026.
Namun, perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Vlahovic beberapa kali mendapatkan kritik dari suporter karena performanya dianggap belum sepenuhnya sesuai dengan ekspektasi setelah Juventus membayar mahal untuk mendatangkannya.
Cedera juga menjadi salah satu faktor yang mengganggu konsistensinya. Juventus bahkan sempat mengonfirmasi bahwa Vlahovic mengalami cedera otot soleus pada April 2026.
Vlahovic Kecewa Juventus Tak Mampu Mengejar Trofi
Selain persoalan kontrak, Vlahovic juga menyampaikan kekecewaan karena Juventus tidak mampu mencapai target besar selama periode kebersamaannya.
Ia mengaku bangga pernah mengenakan seragam Juventus, tetapi merasa sedih karena tim tidak mampu berada di level yang diharapkan untuk bersaing memperebutkan trofi-trofi besar.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perpisahan Vlahovic dengan Juventus bukan hanya berkaitan dengan masalah finansial. Ada pula faktor olahraga dan masa depan proyek klub yang ikut memengaruhi situasi.
Memulai Era Baru Bersama Besiktas
Setelah meninggalkan Juventus, Vlahovic memilih melanjutkan kariernya di Turki bersama Besiktas.
Kepindahan tersebut memberikan kesempatan baru bagi striker Serbia itu untuk membangun kembali kariernya setelah periode penuh tekanan di Turin.
Vlahovic juga mengungkapkan bahwa dirinya merasa dihargai oleh pihak Besiktas. Ia menyebut presiden dan direktur olahraga klub datang langsung ke Beograd dan menunjukkan keinginan kuat untuk mendapatkannya.
Bagi Vlahovic, sikap tersebut menjadi salah satu alasan penting dalam menentukan klub barunya.
“Dalam hidup, penting untuk pergi ke tempat di mana Anda paling diinginkan.”
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa Vlahovic ingin memasuki fase baru dalam kariernya dengan mendapatkan kepercayaan penuh dari klub dan lingkungan barunya.
Apakah Vlahovic Bisa Kembali ke Juventus?
Menariknya, Vlahovic tidak sepenuhnya menutup kemungkinan kembali ke Juventus pada masa depan.
Ketika ditanya mengenai peluang kembali ke Turin, sang striker menyebut bahwa dalam sepak bola maupun kehidupan, berbagai kemungkinan selalu terbuka.
Pernyataan tersebut membuat hubungan Vlahovic dengan Juventus tidak sepenuhnya berakhir secara emosional. Meski meninggalkan klub dalam situasi yang cukup rumit, ia tetap mengaku memiliki rasa hormat terhadap Bianconeri.
Kini, tantangan terbesar Vlahovic adalah membuktikan bahwa dirinya masih mampu menjadi penyerang produktif di level tinggi.
Sementara itu, Juventus harus menjalankan proyek baru tanpa striker yang selama empat setengah tahun menjadi salah satu wajah utama lini depan mereka.
Kepergian Dusan Vlahovic dari Juventus akhirnya memiliki cerita yang lebih kompleks daripada sekadar persoalan gaji. Pengakuan sang pemain menunjukkan adanya masalah komunikasi, situasi kontrak, kepercayaan, serta ambisi olahraga yang tidak sepenuhnya berjalan searah.
Kini, Vlahovic memiliki kesempatan untuk membuka lembaran baru bersama Besiktas. Juventus pun harus membuktikan bahwa keputusan untuk berpisah dengan sang striker merupakan bagian dari strategi jangka panjang yang tepat.
