
Video warga mengejar dua orang yang diduga mencuri besi di kawasan Mranggen, Demak, Jawa Tengah, viral di media sosial. Dalam narasi yang beredar, besi tersebut disebut sebagai besi rel kereta api milik KAI. Namun, polisi memastikan fakta di lapangan berbeda.
Video yang memperlihatkan dua orang berboncengan menggunakan sepeda motor sambil membawa besi menjadi perhatian warganet. Keduanya terlihat membawa barang panjang yang diletakkan melintang di atas bronjong pada bagian belakang motor.
Dalam video tersebut, sejumlah warga terdengar meneriaki mereka dan melakukan pengejaran karena menduga terjadi aksi pencurian.
Peristiwa itu disebut terjadi di kawasan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Video kemudian beredar luas di media sosial dan memunculkan narasi bahwa pelaku mencuri besi rel kereta api.
Namun, setelah dilakukan klarifikasi, polisi memastikan informasi mengenai pencurian rel kereta api tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Polisi Pastikan Tidak Ada Rel Kereta yang Hilang
Kapolsek Mranggen AKP Kumaidi mengatakan pihaknya telah melakukan klarifikasi ke Stasiun Brumbung terkait informasi yang beredar.
Hasilnya, polisi memastikan tidak ada rel kereta api yang hilang atau dicuri dalam peristiwa tersebut.
Selain itu, tidak ditemukan adanya gangguan terhadap perjalanan kereta api akibat kejadian tersebut.
Keterangan tersebut sekaligus meluruskan narasi yang sebelumnya beredar di media sosial mengenai dugaan pencurian rel KA.
Dengan demikian, video viral tersebut tidak berkaitan dengan pencurian rel kereta api aktif yang dapat membahayakan perjalanan kereta.
Besi yang Dibawa Ternyata Barang Rongsokan
Lalu, sebenarnya besi apa yang dibawa oleh dua orang tersebut?
Menurut keterangan polisi, besi yang terlihat dalam video merupakan barang rongsokan.
Kedua orang tersebut disebut mengambil potongan besi yang berada di bawah Flyover Ganefo, Mranggen.
Besi tersebut bukan bagian dari rel kereta api yang sedang digunakan untuk operasional perjalanan kereta.
Polisi juga menyebut besi tersebut merupakan barang yang sudah tidak digunakan atau hanya diletakkan di lokasi.
Identitas pemilik besi belum dapat dipastikan secara jelas. Polisi menyebut barang tersebut diduga berkaitan dengan pihak seperti Telkomsel atau pihak lainnya, tetapi yang jelas barang itu merupakan potongan besi rongsokan.
Dua Orang Sempat Dikejar Warga
Dalam video yang beredar, dua orang tersebut terlihat mengendarai sepeda motor matik.
Motor itu dilengkapi bronjong di bagian belakang yang digunakan untuk membawa barang panjang yang sudah ditutupi karung.
Saat melintas, keduanya kemudian dikejar oleh sejumlah warga. Teriakan warga yang menyebut kata “maling” membuat situasi dalam video terlihat seperti aksi pencurian yang sedang dikejar massa.
Video tersebut kemudian menyebar di berbagai akun media sosial dan memunculkan beragam komentar dari masyarakat.
Sebagian warganet mengira barang yang dibawa merupakan bagian dari rel kereta api milik PT KAI.
Namun, klarifikasi polisi menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak tepat.
Kejadian Disebut Terjadi pada 26 Agustus
Narasi yang beredar di media sosial menyebut kedua orang tersebut diduga mengambil besi pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Video kemudian kembali ramai dibicarakan setelah diunggah sejumlah akun media sosial pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Dalam salah satu unggahan, kejadian tersebut disebut sebagai pencurian besi rel KAI di kawasan Mranggen.
Namun, setelah informasi tersebut dikonfirmasi kepada pihak kepolisian, ditemukan fakta bahwa besi yang diambil bukan rel kereta api aktif.
Polisi Tidak Melakukan Pencarian terhadap Dua Orang Itu
Meski video memperlihatkan aksi pengejaran warga, polisi menyatakan tidak melakukan pencarian terhadap kedua orang tersebut.
Kapolsek Mranggen menjelaskan bahwa tidak ada pihak yang melaporkan kehilangan maupun kerugian terkait besi rongsokan tersebut.
Karena tidak ada laporan dari pihak yang merasa dirugikan, polisi tidak melakukan tindak lanjut berupa pencarian terhadap kedua orang yang mengambil besi tersebut.
Kondisi ini berbeda apabila terdapat laporan resmi dari pemilik barang yang menyatakan kehilangan dan mengalami kerugian.
Tidak Mengganggu Perjalanan Kereta Api
Salah satu kekhawatiran yang muncul setelah video tersebut viral adalah kemungkinan pencurian rel dapat mengganggu keselamatan perjalanan kereta api.
Namun, polisi memastikan tidak ada rel kereta yang hilang dalam kejadian tersebut.
Perjalanan kereta api juga disebut tidak mengalami hambatan akibat peristiwa itu.
Artinya, narasi mengenai pencurian rel KA yang berpotensi membahayakan perjalanan kereta perlu diluruskan agar masyarakat tidak mendapatkan informasi yang keliru.
Mengapa Video Ini Bisa Viral?
Video tersebut menjadi viral karena narasi awal yang menyebut adanya pencurian besi rel kereta api.
Istilah “maling rel KA” tentu membuat perhatian publik meningkat karena pencurian komponen jalur kereta api dapat dikaitkan dengan aspek keselamatan perjalanan kereta.
Namun, fakta dari kepolisian menunjukkan bahwa barang yang dibawa merupakan potongan besi rongsokan dan bukan rel KA yang sedang digunakan.
Fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa informasi yang beredar melalui media sosial perlu diperiksa kembali sebelum dipercaya atau dibagikan.
Warga Diminta Tidak Mudah Terpengaruh Narasi Viral
Kasus ini menunjukkan bagaimana sebuah video dapat menimbulkan persepsi berbeda ketika disertai narasi yang belum terverifikasi.
Video warga mengejar dua orang memang benar beredar. Namun, informasi bahwa mereka mencuri rel kereta api tidak sesuai dengan hasil klarifikasi polisi.
Karena itu, masyarakat sebaiknya melihat informasi dari sumber yang kredibel, terutama ketika sebuah unggahan berkaitan dengan isu keamanan publik.
Klarifikasi dari aparat penegak hukum dapat membantu membedakan antara fakta di lapangan dan narasi yang berkembang di media sosial.
Video warga mengejar dua orang yang diduga mengambil besi di Mranggen, Demak, memang viral di media sosial. Namun, polisi memastikan besi tersebut bukan rel kereta api yang sedang digunakan.
Kapolsek Mranggen AKP Kumaidi menyatakan tidak ada rel KA yang hilang dan perjalanan kereta api tidak terganggu.
Besi yang dibawa kedua orang tersebut merupakan barang rongsokan berupa potongan besi yang berada di bawah Flyover Ganefo Mranggen. Kedua orang itu sempat dikejar warga, tetapi kemudian berhasil melarikan diri.
Polisi juga tidak melakukan pencarian karena tidak ada laporan dari pihak yang merasa dirugikan.
Dengan demikian, narasi “maling besi rel KA di Mranggen Demak” yang beredar perlu diluruskan. Fakta sebenarnya adalah warga mengejar dua orang yang mengambil besi rongsokan, bukan pencurian rel kereta api aktif.
