
Pengundian doorprize Honda PCX di Pekalongan menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah video proses pengundian viral dan dituding telah diatur atau settingan. Video tersebut memperlihatkan proses pengambilan kupon hadiah utama dalam Turnamen Sepak Bola Cap Gawen Cup 2026.
Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 12 detik yang beredar di media sosial, terlihat seorang pria yang disebut sebagai Lurah Kedungwuni Timur mengambil kupon dari sebuah wadah transparan. Gerakan tangan dalam proses pengambilan kupon kemudian menjadi sorotan netizen karena dianggap menimbulkan kesan bahwa kupon pemenang telah diarahkan sebelumnya. Video tersebut bahkan telah ditonton sekitar 5,9 juta kali.
Tudingan tersebut semakin ramai setelah muncul narasi di media sosial yang menyebut pemenang doorprize memiliki hubungan kerabat dengan pihak kelurahan. Kondisi itu kemudian memunculkan dugaan bahwa pengundian Honda PCX senilai sekitar Rp31 juta tersebut tidak dilakukan secara acak.
Namun, pihak panitia dengan tegas membantah tudingan tersebut.
Panitia Bantah Pengundian Honda PCX Settingan
Ketua Penyelenggara Turnamen Cap Gawen Cup 2026, Siswo, mengatakan bahwa proses pengundian dilakukan secara benar dan tidak terdapat rekayasa.
Menurutnya, tudingan bahwa pengundian Honda PCX telah diatur merupakan informasi yang tidak benar.
Panitia menjelaskan bahwa pengundian hadiah utama dilakukan setelah pertandingan final Turnamen Cap Gawen Cup 2026 pada Jumat, 4 September 2026. Hadiah utama yang diberikan kepada penonton adalah Honda PCX 160 cc.
Pihak penyelenggara juga menyatakan bahwa seluruh proses pengundian dilakukan di hadapan sejumlah orang dan tidak mendapat protes dari penonton yang berada di lokasi.
Sekitar 21 Ribu Tiket Dikumpulkan untuk Undian
Salah satu penjelasan penting dari panitia berkaitan dengan jumlah kupon yang digunakan dalam pengundian.
Menurut Siswo, seluruh tiket yang dijual sejak pertandingan awal hingga laga final dikumpulkan menjadi satu untuk kemudian diundi. Total tiket yang masuk ke dalam proses pengundian disebut mencapai sekitar 21 ribu lembar.
Harga tiket sendiri berbeda berdasarkan fase pertandingan.
Tiket babak penyisihan dijual seharga Rp10 ribu, sedangkan tiket babak 16 besar dibanderol Rp15 ribu. Untuk pertandingan final, harga tiket mencapai Rp30 ribu.
Seluruh tiket tersebut kemudian dicampur sebelum dilakukan pengundian hadiah utama.
Gerakan Tangan Panitia Jadi Sorotan Netizen
Salah satu alasan video pengundian doorprize Honda PCX Pekalongan menjadi viral adalah gerakan tangan seorang panitia yang terlihat memegang wadah berisi kupon.
Netizen menilai gerakan tersebut tampak seperti mengarahkan tangan pihak yang mengambil kupon kepada tiket tertentu.
Potongan video tersebut kemudian memunculkan berbagai komentar dan spekulasi di media sosial.
Namun, panitia memberikan penjelasan berbeda mengenai apa yang terjadi dalam video.
Johan, salah seorang panitia yang memegang wadah kupon, menjelaskan bahwa saat proses pengundian berlangsung, jarinya sempat tergelincir karena wadah berisi tiket cukup berat. Ia membantah bahwa gerakan tersebut dimaksudkan untuk mengarahkan pengambil kupon.
Menurutnya, kondisi tersebut terjadi secara spontan dan bukan bagian dari upaya menentukan pemenang.
Panitia Jelaskan Asal Kupon Doorprize
Johan juga menjelaskan bagaimana ribuan tiket tersebut dikumpulkan sebelum pengundian.
Tiket berasal dari beberapa dus yang kemudian dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam wadah pengundian. Proses pemindahan tiket tersebut disebut disaksikan oleh sejumlah panitia.
Setelah semua tiket dimasukkan, wadah kemudian ditutup sebelum digunakan dalam proses pengundian.
Menurut panitia, mekanisme tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tiket dari pertandingan sebelumnya tetap memiliki kesempatan yang sama untuk memenangkan hadiah utama.
Pemenang Disebut Bukan Kerabat Panitia
Selain soal gerakan tangan, dugaan settingan juga muncul karena adanya narasi bahwa pemenang Honda PCX memiliki hubungan dengan pihak tertentu.
Panitia membantah informasi tersebut.
Johan mengatakan pemenang doorprize merupakan warga Kabupaten Batang dan bukan kerabat panitia maupun pihak kelurahan. Ia bahkan mengaku tidak mengenal pemenang tersebut sebelumnya.
Pemenang juga disebut menunjukkan reaksi spontan ketika namanya diumumkan.
Menurut keterangan panitia, pria tersebut terlihat sangat gugup dan kemudian melakukan sujud syukur setelah mengetahui dirinya memenangkan Honda PCX.
Hal itu menjadi salah satu alasan panitia meyakini bahwa kemenangan tersebut bukan hasil pengaturan sebelumnya.
Tidak Ada Protes Saat Pengundian Berlangsung
Panitia juga menegaskan bahwa proses pengundian berjalan tanpa adanya protes dari penonton yang hadir di lokasi.
Menurut mereka, jika pengundian memang direkayasa, kemungkinan besar akan muncul keberatan dari penonton yang menyaksikan langsung proses tersebut.
Namun, tidak ada protes ketika pemenang diumumkan maupun ketika hadiah diberikan.
Panitia berharap penjelasan tersebut dapat meluruskan informasi yang sudah terlanjur menyebar di media sosial.
Mengapa Video Pengundian Bisa Viral?
Kasus ini menjadi contoh bagaimana sebuah potongan video dapat memunculkan persepsi berbeda ketika tersebar di media sosial.
Dalam video viral tersebut, netizen hanya melihat bagian tertentu dari proses pengundian. Gerakan tangan yang terlihat dalam rekaman kemudian ditafsirkan sebagai indikasi adanya pengaturan.
Di sisi lain, pihak panitia memberikan penjelasan mengenai kondisi teknis yang terjadi saat pengundian.
Karena itu, penting bagi masyarakat untuk tidak langsung menyimpulkan bahwa sebuah undian telah dicurangi hanya berdasarkan potongan video. Klarifikasi dari pihak penyelenggara serta bukti mengenai keseluruhan proses tetap diperlukan.
Panitia Pastikan Tidak Ada Rekayasa
Ketua penyelenggara Turnamen Cap Gawen Cup 2026 kembali menegaskan bahwa pengundian dilakukan tanpa rekayasa dari pihak mana pun.
Panitia juga menjelaskan bahwa Turnamen Cap Gawen Cup 2026 merupakan penyelenggaraan pertama mereka. Oleh sebab itu, mereka berharap kontroversi mengenai doorprize tidak menghilangkan tujuan utama turnamen sebagai ajang olahraga dan hiburan bagi masyarakat.
Pihak penyelenggara menyatakan siap memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengundian kepada masyarakat yang masih mempertanyakan proses tersebut.
Viralnya doorprize Honda PCX di Pekalongan bermula dari video pengundian Turnamen Cap Gawen Cup 2026 yang dinilai sebagian netizen menunjukkan adanya kejanggalan. Gerakan tangan dalam proses pengambilan kupon menjadi sorotan hingga muncul tudingan bahwa pengundian tersebut merupakan settingan.
Namun, panitia membantah keras tudingan tersebut. Mereka menjelaskan bahwa sekitar 21 ribu tiket dari seluruh pertandingan telah dikumpulkan untuk diundi dan proses pengundian dilakukan tanpa rekayasa. Panitia juga membantah bahwa pemenang merupakan kerabat pihak penyelenggara atau kelurahan.
Hingga saat ini, yang terkonfirmasi adalah adanya tudingan dari netizen dan bantahan dari panitia. Karena itu, istilah “settingan” sebaiknya tetap ditempatkan sebagai dugaan, bukan fakta yang sudah terbukti.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa video viral di media sosial perlu dilihat secara utuh dan disertai klarifikasi sebelum sebuah tudingan dianggap sebagai kebenaran.
