
Kisah seorang ibu muda di Kota Batu, Jawa Timur, menjadi perhatian setelah tegurannya kepada tetangga yang membakar sampah justru berujung pada perselisihan panjang. Ibu muda bernama Novrinia Indraswari itu mengaku hanya ingin asap pembakaran tidak masuk ke rumah karena khawatir terhadap kondisi kesehatan bayinya.
Persoalan tersebut terjadi di kawasan Jalan Lesti, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu. Rekaman cekcok antara Novrinia dan tetangganya kemudian viral di media sosial dan menarik perhatian publik.
Ibu Muda Tegur Tetangga karena Asap Masuk Rumah
Novrinia mengatakan pembakaran sampah oleh tetangganya sebenarnya sudah berlangsung hampir setiap hari dengan waktu yang tidak menentu. Namun, selama ini ia memilih untuk tidak menegur.
Situasi berubah ketika asap yang dihasilkan terasa sangat menyengat dan masuk ke dalam rumah. Menurut Novrinia, aroma asap bahkan seperti bau ban yang sedang dibakar.
Kondisi tersebut membuatnya akhirnya memberanikan diri untuk mendatangi tetangganya dan meminta api dipadamkan.
Novrinia mengaku menyampaikan permintaan tersebut secara baik-baik karena memahami bahwa lokasi pembakaran berada di lahan milik tetangganya. Ia juga menyampaikan alasan bahwa dirinya memiliki bayi yang masih sangat kecil.
Kondisi Bayi Jadi Kekhawatiran Utama
Alasan Novrinia meminta pembakaran dihentikan bukan sekadar karena terganggu oleh bau asap.
Ia mengaku bayinya yang masih berusia sekitar satu bulan memiliki riwayat infeksi paru-paru dan sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Karena itu, keberadaan asap pekat di sekitar rumah membuat Novrinia semakin khawatir.
Bagi dirinya, persoalan tersebut bukan lagi sekadar masalah kenyamanan antar-tetangga, melainkan menyangkut kondisi anak yang masih membutuhkan perhatian khusus.
Novrinia pun berharap tetangganya memahami situasi tersebut dan bersedia memadamkan api.
Teguran Kedua Justru Memicu Cekcok
Permintaan pertama ternyata tidak membuat api segera dipadamkan.
Novrinia kemudian kembali menegur tetangganya. Namun, teguran kedua justru berkembang menjadi perdebatan.
Situasi semakin panas setelah pembicaraan mengenai pembakaran sampah melebar menjadi persoalan pribadi. Novrinia mengaku mendapatkan ucapan yang menyinggung statusnya sebagai pendatang hingga komentar mengenai fisiknya.
Istri tetangganya juga disebut ikut datang ke lokasi ketika perdebatan berlangsung. Rekaman perselisihan tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan menjadi viral.
Konflik Tetangga Berujung Panjang
Masalah yang awalnya hanya berkaitan dengan pembakaran sampah kemudian berkembang menjadi persoalan yang lebih panjang.
Setelah video cekcok beredar, pihak Kelurahan Ngaglik menghubungi Novrinia untuk membahas kemungkinan mediasi.
Namun, Novrinia mengaku keberatan dengan proses tersebut karena dirinya diminta datang ke kantor kelurahan dalam waktu singkat dan tanpa didampingi suaminya.
Pada saat itu, suaminya sedang bekerja sementara Novrinia harus berada di rumah untuk menjaga bayinya.
Ia juga mengaku diminta untuk menghapus video yang telah diunggah ke media sosial. Menurutnya, permintaan tersebut sulit dipenuhi sebelum ada penyelesaian yang dianggap adil.
Belum Ada Titik Temu
Hingga Sabtu, 5 September 2026, Novrinia menyebut belum ada titik temu dalam persoalan tersebut.
Ia mengatakan belum menerima permintaan maaf secara langsung dari pihak tetangganya. Proses mediasi juga belum menghasilkan kesepakatan yang menyelesaikan masalah.
Novrinia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin persoalan tersebut berlarut-larut. Namun, ia juga ingin masalah pembakaran sampah yang menjadi pemicu awal konflik mendapatkan perhatian serius.
Menurutnya, aktivitas pembakaran tersebut sudah berlangsung berulang kali dan mengganggu lingkungan sekitar.
Polisi Mulai Berkomunikasi dengan Novrinia
Persoalan tersebut kini juga mulai mendapat perhatian dari aparat kepolisian.
Kanit Polsek Batu disebut telah menghubungi Novrinia melalui WhatsApp. Polisi berencana mendatangi rumahnya untuk meminta keterangan lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.
Novrinia berharap proses penanganan dapat berlangsung secara adil dan memberikan solusi terhadap masalah yang terjadi.
Ia juga berharap kebiasaan membakar sampah yang mengganggu lingkungan tidak kembali terjadi.
Perjuangan Ibu Muda Demi Sang Bayi
Bagi Novrinia, inti persoalan sebenarnya sederhana: ia ingin keluarganya dapat tinggal dengan nyaman tanpa terganggu asap pembakaran sampah.
Kekhawatiran terhadap kondisi bayinya menjadi alasan utama dirinya akhirnya berani menegur tetangga setelah sebelumnya memilih diam.
Namun, teguran yang awalnya disampaikan dengan harapan masalah selesai justru berkembang menjadi perselisihan yang panjang dan viral di media sosial.
Kini, penyelesaian konflik tersebut masih dinantikan. Selain persoalan hubungan antar-tetangga, kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya komunikasi dan kepedulian terhadap dampak aktivitas pembakaran sampah di lingkungan permukiman.
Kasus ibu muda di Batu ini bermula dari persoalan asap pembakaran sampah, tetapi kemudian berkembang menjadi konflik antar-tetangga yang melibatkan proses mediasi hingga perhatian kepolisian.
