
Video puluhan siswa SD di Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) viral di media sosial setelah mereka kompak meneriakkan yel-yel “Ayo maju-maju, jangan ragu-ragu” kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) TTU yang hendak menyeberangi sungai.
Momen tersebut menarik perhatian karena sungai yang diseberangi bukan sekadar lokasi dalam kunjungan pejabat. Jalur tersebut diketahui menjadi akses yang digunakan para siswa untuk menuju sekolah setiap hari.
Siswa SDN Oelbaf Kompak Beri Semangat
Peristiwa itu disebut terjadi saat rombongan Dinas Pendidikan Kabupaten TTU mengunjungi wilayah Tasinifu, Desa Oelbaf, Kecamatan Mutis. Dalam video yang beredar, sejumlah siswa terlihat berada di sekitar sungai sambil memberikan semangat kepada rombongan.
Mereka kemudian menyanyikan yel-yel “Ayo maju-maju, jangan ragu-ragu” ketika Kepala Dinas Pendidikan harus melewati sungai tersebut. Aksi spontan para siswa itu membuat suasana menjadi ramai sekaligus menarik perhatian warganet.
Unggahan video tersebut turut memperlihatkan kondisi akses yang harus dihadapi siswa untuk bersekolah. Karena sungai menjadi jalur menuju sekolah, kondisi tersebut menjadi perhatian publik setelah video menyebar luas.
Bukan Sekadar Video Viral
Di balik aksi lucu dan penuh semangat para siswa, terdapat persoalan infrastruktur pendidikan yang cukup serius.
Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, membenarkan bahwa kondisi dalam video memang terjadi di wilayah pemerintahannya. Ia menjelaskan bahwa ketika musim hujan datang, aktivitas anak-anak sekolah di sejumlah wilayah dapat terganggu akibat banjir.
Menurut pemerintah daerah, masih terdapat sejumlah jalur sungai di TTU yang belum memiliki jembatan. Keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu kendala dalam membangun infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
Anak-anak Harus Menghadapi Sungai untuk Bersekolah
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena akses pendidikan seharusnya tidak membuat anak-anak menghadapi risiko perjalanan yang berbahaya.
Ketika debit sungai meningkat akibat hujan, perjalanan menuju sekolah dapat menjadi jauh lebih sulit. Bagi siswa yang setiap hari menggunakan jalur tersebut, situasi ini bukan sekadar kejadian sesaat, melainkan bagian dari tantangan yang mereka hadapi.
Video viral tersebut akhirnya membuka kembali pembicaraan mengenai pemerataan infrastruktur pendidikan, khususnya di wilayah yang memiliki akses geografis sulit.
Kadisdik Justru Mendapat Tantangan dari Para Siswa
Momen ketika siswa meneriakkan “Ayo maju-maju” juga menjadi bagian yang paling banyak dibicarakan warganet.
Secara spontan, anak-anak memberikan semangat kepada pejabat yang berada di depan mereka. Kalimat tersebut terdengar seperti tantangan agar sang kepala dinas tidak ragu melewati sungai.
Sejumlah komentar di media sosial menanggapi aksi tersebut dengan berbagai reaksi. Ada yang menganggapnya sebagai tingkah polos dan menghibur anak-anak, tetapi tidak sedikit pula yang melihat momen tersebut sebagai gambaran nyata tentang sulitnya akses pendidikan di daerah.
Pemkab TTU Sebut Infrastruktur Masih Jadi Kendala
Bupati TTU menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah beberapa kali menyampaikan permintaan bantuan kepada Kementerian Pekerjaan Umum terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
Keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat pembangunan jembatan di sejumlah lokasi tidak dapat dilakukan dengan cepat. Kondisi geografis TTU juga membuat kebutuhan pembangunan infrastruktur menjadi cukup besar.
Namun, viralnya video siswa SD tersebut tampaknya membawa perkembangan baru.
TNI AD Berencana Bantu Bangun Jembatan
Setelah video tersebut menjadi perhatian publik, TNI AD melalui Kodim 1618/TTU disebut berencana membantu pembangunan jembatan di lokasi tersebut.
Bupati TTU mengatakan pembangunan jembatan ditargetkan dapat dilakukan secepatnya pada tahun ini. Jika terealisasi, jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan akses yang lebih aman bagi siswa dan masyarakat sekitar.
Pembangunan jembatan akan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko yang selama ini muncul ketika siswa harus melewati sungai, terutama saat musim penghujan.
Viral karena Kelucuan, Berujung Sorotan Infrastruktur
Fenomena video siswa SDN Oelbaf memperlihatkan bagaimana sebuah momen sederhana dapat membuka perhatian publik terhadap persoalan yang lebih besar.
Yel-yel “Ayo maju-maju, jangan ragu-ragu” awalnya terlihat sebagai aksi spontan anak-anak untuk menyemangati Kadisdik. Namun, di baliknya terdapat pesan mengenai kondisi akses pendidikan yang masih membutuhkan perhatian.
Kisah tersebut juga menunjukkan pentingnya kehadiran pejabat secara langsung di lapangan. Dengan melihat sendiri kondisi yang dihadapi masyarakat dan siswa, persoalan infrastruktur dapat dipahami secara lebih nyata.
Harapan untuk Pendidikan di Daerah Terpencil
Pendidikan tidak hanya membutuhkan ruang kelas dan tenaga pengajar. Akses menuju sekolah yang aman juga menjadi bagian penting dari penyelenggaraan pendidikan.
Karena itu, perhatian terhadap pembangunan jembatan di lokasi tersebut menjadi kabar positif bagi masyarakat. Jika pembangunan benar-benar terealisasi, para siswa tidak lagi harus mengandalkan jalur sungai sebagai akses utama menuju sekolah.
Bagi anak-anak SDN Oelbaf, yel-yel yang mereka teriakkan mungkin hanya bagian dari momen spontan. Namun, bagi masyarakat luas, video tersebut menjadi pengingat bahwa masih ada siswa di Indonesia yang harus menghadapi tantangan geografis untuk mendapatkan pendidikan.
Video siswa SD di TTU yang meneriakkan “Ayo maju-maju, jangan ragu-ragu” kepada Kadisdik viral di media sosial. Momen tersebut terjadi ketika rombongan Dinas Pendidikan hendak melewati sungai yang selama ini menjadi akses siswa menuju sekolah.
Di balik aksi menghibur tersebut, terdapat persoalan serius mengenai infrastruktur pendidikan di NTT. Saat musim hujan, sungai dapat meluap dan menghambat perjalanan siswa.
Pemerintah Kabupaten TTU mengakui masih banyak akses sungai yang belum memiliki jembatan. Setelah video viral, TNI AD melalui Kodim 1618/TTU disebut berencana membantu pembangunan jembatan di lokasi tersebut.
Kisah ini pun menjadi contoh bahwa suara dan aksi sederhana anak-anak sekolah dapat membawa perhatian publik terhadap persoalan infrastruktur yang selama ini mereka hadapi.
