
Ube dan ubi ungu sering dianggap sebagai bahan makanan yang sama karena memiliki warna ungu yang mencolok. Padahal, keduanya berasal dari tanaman yang berbeda. Ube merupakan jenis yam dengan nama ilmiah Dioscorea alata, sedangkan ubi ungu merupakan varietas dari Ipomoea batatas. Perbedaan inilah yang membuat karakter, rasa, penggunaan, hingga nilai jual keduanya tidak sama.
Dalam beberapa tahun terakhir, ube semakin populer, terutama sebagai bahan berbagai makanan penutup seperti es krim, kue, minuman, dan krim. Popularitas tersebut turut membuat produk berbahan ube diposisikan sebagai bahan premium di sejumlah pasar.
Lantas, mengapa ube bisa lebih mahal daripada ubi ungu meski sekilas terlihat hampir sama?
Ube dan Ubi Ungu Ternyata Bukan Tanaman yang Sama
Perbedaan paling mendasar terletak pada asal tanaman.
Ube atau purple yam merupakan umbi dari spesies Dioscorea alata. Tanaman ini sangat identik dengan kuliner Filipina dan kawasan Asia Tenggara. Sementara itu, ubi ungu adalah varietas ubi jalar dari spesies Ipomoea batatas. Keduanya bahkan berasal dari kelompok tumbuhan yang berbeda.
Kesamaan warna ungu membuat keduanya sering tertukar. Padahal, jika diperhatikan, kulit ube biasanya lebih tebal dan kasar, sementara kulit ubi ungu cenderung lebih tipis dan halus.
Bagian dalamnya juga bisa memberikan petunjuk. Ubi ungu umumnya memiliki warna ungu yang lebih merata, sedangkan warna daging ube dapat bervariasi dari putih keunguan hingga ungu tua tergantung varietas dan kondisi pertumbuhannya.
Rasa Ube Menjadi Salah Satu Nilai Jual Utamanya
Salah satu alasan ube memiliki nilai lebih tinggi adalah karakter rasanya yang khas.
Ube memiliki rasa manis yang lembut dengan aroma yang sering digambarkan menyerupai vanilla, kacang, atau kelapa. Teksturnya juga cenderung lebih creamy dan bertepung setelah dimasak atau dihaluskan.
Sementara itu, ubi ungu memiliki rasa yang lebih familiar seperti ubi jalar pada umumnya. Rasanya cenderung manis dan earthy, dengan tekstur yang relatif lebih kering dan berserat.
Perbedaan ini menjadi penting dalam industri makanan. Ube tidak hanya memberikan warna, tetapi juga memberikan identitas rasa yang kuat pada produk.
Karena itu, ketika digunakan dalam es krim, cake, pastry, latte, atau berbagai dessert, ube dapat menjadi bahan utama yang menentukan cita rasa produk.
Popularitas Ube Mendorong Harga
Ube juga mendapatkan keuntungan dari meningkatnya popularitas makanan Filipina dan tren makanan berwarna alami.
Warna ungu yang mencolok membuat ube sangat menarik secara visual. Produk seperti ube ice cream, ube cake, ube latte, ube cookies, dan ube halaya semakin dikenal di berbagai negara. King Arthur Baking juga mencatat bahwa popularitas dessert ube membuat bahan dalam berbagai bentuk, termasuk bubuk dan ekstrak, semakin mudah ditemukan.
Dengan meningkatnya permintaan terhadap bahan yang dianggap autentik dan premium, harga ube dapat terdorong lebih tinggi dibandingkan ubi ungu biasa.
Jadi, harga bukan hanya ditentukan oleh warna atau kandungan gizinya, tetapi juga oleh permintaan pasar dan nilai kuliner.
Produksi dan Ketersediaan Juga Berpengaruh
Harga bahan pangan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan.
Ubi ungu merupakan bagian dari spesies ubi jalar yang telah dibudidayakan secara luas. Di sejumlah pasar, ubi ungu relatif lebih mudah ditemukan dibandingkan ube segar.
Sebaliknya, ube segar dapat lebih sulit diperoleh di luar kawasan produksi utamanya. Martha Stewart mencatat bahwa ube segar relatif jarang ditemukan di sejumlah pasar Amerika Serikat di luar toko bahan makanan Filipina dan Asia.
Ketika suatu produk memiliki permintaan tinggi tetapi pasokannya lebih terbatas, harga secara alami dapat menjadi lebih mahal.
Namun, perlu dicatat bahwa tidak ada satu harga universal yang membuat ube selalu lebih mahal daripada ubi ungu. Harga dapat berbeda berdasarkan negara, musim, varietas, kualitas, bentuk produk, serta biaya distribusi.
Ube Memiliki Nilai Tambah dalam Industri Dessert
Ube memiliki keunggulan lain karena dapat digunakan sebagai bahan sekaligus pemberi karakter rasa dan warna.
Dalam industri makanan, bahan yang mampu memberikan beberapa fungsi sekaligus memiliki nilai komersial yang lebih besar. Ube dapat memberikan warna ungu alami, rasa khas, aroma, serta tekstur pada makanan tertentu.
Itulah sebabnya ube sering digunakan dalam produk premium seperti dessert, pastry, minuman, dan es krim.
Sementara itu, ubi ungu juga sangat bernilai sebagai sumber pangan dan bahan makanan. Bahkan, warna ungunya berasal dari pigmen antosianin yang juga ditemukan dalam berbagai tanaman berwarna merah, biru, dan ungu. Penelitian terhadap purple yam menunjukkan bahwa ube juga mengandung senyawa antosianin, dengan komposisi yang dapat berbeda berdasarkan varietas dan usia tanaman.
Apakah Ube Lebih Bergizi daripada Ubi Ungu?
Tidak tepat menyimpulkan bahwa ube otomatis lebih sehat hanya karena harganya lebih mahal.
Keduanya memiliki kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif yang berbeda. Ubi ungu dikenal kaya akan antosianin, sedangkan ube juga mengandung senyawa fenolik, flavonoid, antosianin, pati, dan amilosa. Kandungannya dapat berubah tergantung varietas dan tahap pertumbuhan.
Dengan demikian, harga yang lebih tinggi bukan berarti otomatis menunjukkan nilai gizi yang lebih tinggi.
Harga ube lebih banyak berkaitan dengan kombinasi faktor seperti karakter rasa, permintaan, kelangkaan relatif, penggunaan dalam produk premium, dan nilai budaya kulinernya.
Cara Mudah Membedakan Ube dan Ubi Ungu
Jika ingin membeli keduanya, ada beberapa ciri sederhana yang dapat diperhatikan.
Ube:
- Nama ilmiah Dioscorea alata
- Kulit cenderung tebal dan kasar
- Warna daging dapat bervariasi dari putih keunguan hingga ungu tua
- Rasa cenderung manis, nutty, dan memiliki nuansa vanilla
- Tekstur setelah diolah cenderung creamy dan berpati
- Sangat populer dalam dessert Filipina
Ubi ungu:
- Nama ilmiah Ipomoea batatas
- Kulit relatif lebih tipis dan halus
- Daging biasanya berwarna ungu lebih merata
- Rasa lebih earthy dan mirip ubi jalar
- Tekstur cenderung lebih kering atau berserat
- Lebih umum digunakan dalam berbagai makanan dan olahan ubi
Perbedaan tersebut membuat keduanya tidak selalu bisa digunakan sebagai pengganti satu sama lain, terutama ketika sebuah resep membutuhkan cita rasa autentik ube.
Jadi, Kenapa Ube Bisa Lebih Mahal?
Pada akhirnya, ube bukan sekadar “ubi ungu yang lebih mahal.”
Ube dan ubi ungu merupakan dua tanaman berbeda dengan karakter rasa, tekstur, penggunaan, dan rantai pasok yang berbeda.
Harga ube dapat menjadi lebih tinggi karena kombinasi beberapa faktor: ketersediaan ube segar yang lebih terbatas di sejumlah pasar, permintaan yang meningkat, cita rasa khas, popularitas dessert ube, serta nilai budaya dan kuliner yang melekat pada bahan tersebut.
Sementara ubi ungu lebih mudah diposisikan sebagai bahan pangan serbaguna, ube telah berkembang menjadi bahan premium dengan identitas rasa yang kuat.
Jadi, jika keduanya terlihat sama-sama ungu, jangan langsung menganggapnya sama. Di balik warna yang mirip, ube dan ubi ungu memiliki cerita, rasa, serta nilai ekonomi yang berbeda.
